Minggu, 05 Agustus 2012

mencintai sesuatu yang tak pasti



“MENCINTAI SESUATU YANG TAK PASTI”
Restu fitriani
                Hari yang begitu indah saat aku membuka mata! Melihat kearah padang rumput yang indah. Berkelingan bunga bunga cantik nan elok, bersama canda tawa burung burung yang selalu menghiasi indahnya rumput ini. Inilah pandangan indah seusai datangnya rahmat allah SWT yaitu HUJAN!
                Tersentak mataku terhenti melihat sesuatu yang indah, pancaran sinarnya begitu berkilau yang mampu mengalihkan pandangan ku terus untuk memandanginya. Siaakah kau hai geranagan cahaya indah?.
                Hari ke hari, detik ke detik aku terus memandangi atas langit, wahai cahaya indah kenapa kau tak lagi menampakkan cahayamu? Siapakah engkau? Apakah gerangan yang membuat hatiku berdeguk kencang saat selalu memandangmu? OH tuhan? Karunia apa lagi yang kau beri untuku, kenapa aku merasakan perasaan ini? Perasaan apa ini tuhan?.
                Sejenak aku pejamkan mataku, dan berharap tuhan akan memberikan jawaban atas pertanyaanku. Yahhhhhh!! Tuhan memang adil, dan tuhan sungguh maha pengasih dan penyayang. Cahaya indah itu kembali menampakkan cahayanya. “ subhanallah! Pelangi itu sungguh elok rupawan” ucap segerombol burung merpati kecil yang juga memandangi karunia sang pencipta. Aku pun menghampiri mereka “wahai burung! Akankah aku bisa menggapai pelangi cantik nan elok itu?”. “Haai kupu kupu cantik, kau pasti bisa. You can do it” . “kenapa kau begitu yakin?” tanyaku lagi. “karna dari dalam lubuk hati mu, kau benar benar mencintainya”.
                “Bodoh!!!, aku hanya kupu kupu jelek yang mencintai sesuatu yang seharusnya tak aku cintai, pelangi itu sungguh canti, sedangkan aku hanya kupu kupu jelek yang bermimpi bisa mendapatkan cintanya.....ohhhhh!!!! benar aku memang bodoh bertanya pada kalian yang tak mengerti akan perasaanku” ucapku kesal. “ tidak wahai kupu kupu, kau lihat diatas sana, pergilah terbang menuju pelangi itu, kau pasti akan menemukan jawannya” burung burung itu pun pergi meninggalkan aku sendiri. Aku hanya bisa terdiam, memikirkan kata kata burung burung itu mungkinkah aku bisa mendapatkan cinta pelangi itu? Akan kah aku bisa......yah aku bisa!!
                Dan aku memberanikan diri untuk mengepakkan sayap sayap kecilku, terbang tinggi keatas menuju sang pelangi. Tinggi semakin tinggi aku terbang, hati kecilku bilang bahwa yah pelangi ptu memang di takdirkan untukku.
                Namun apa yang terejadi!? Pelangi itu seolah mulai meredupkan cahanyanya disaat aku sudah hampir dapat menggapainya. Dan seolah sayap sayap ku satu demi satu berjatuha, dan disaat itu juga tubuhku melemah dan terjatuh. Pelangi itu pun seakan hilang yang hanya menyisahkan titik titik kecil di angkas.

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar